Sumpah, Saya BUKAN Kelelawar

Ini sudah lewat 150 menit dari tengah malam, dan mata saya masih cerah layaknya matahari siang. Begadang lagi, begadang lagi. Ini sajakah kerjaan saya selama jadi mahasiswi? Ini bukan kali pertama saya melanggar aturan waktu tidur, sudah yang ke…arghh hampir tiap malam saya begadang. Padahal kalau dipikir-pikir tugas kuliah tidak sebegitu menumpuk bila dibandingkan saudara-saudara saya penghuni prodi biologi, kimia atau fisika.

Matematika itu paling santai, kata beberapa teman. Tapi toh, begadang sudah jadi hobi anak matematika juga, termasuk saya. Apa karena pada dasarnya anak matematika suka menumpuk pekerjaan? Haha *ditabok mahasiswa matematika seluruh Indonesia*

Sudah lewat jam 2 pagi, saya masih betah membuka mata dan parahnya malah menulis catatan tidak jelas ini. Sifat moody memang menambah keanehan pribadi saya. Kadang saat berniat menulis serius, ide malah buyar dari kepala. Tapi saat waktunya tidak memungkinkan, ide malah berseliweran. Seperti sekarang, niatnya ingin tidur, jari malah gatal ingin menyentuh keyboard.

Saya terlahir sebagai manusia, sumpah. Bukan makhluk nocturnal yang siangnya terlelap lalu beraktivitas di malam hari. Tapi saya tidak jauh beda dengan kelelawar, siang tidur dan malam bekerja. Memang bisa dibilang aneh, tapi saya lebih suka mengerjakan sesuatu di malam hari dimana orang-orang sudah terbuai dalam alam bawah sadar, bermimpi dengan tenang, damai, dan nyenyak. Ada satu sensasi tersendiri saat di keheningan malam saya berkutat dengan berbagai tugas. Mungkin karena ketenangan suasana malam, atau mungkin karena malam lebih sejuk dan nyaman untuk beraktivitas daripada siang yang panasnya luar biasa.

Begadang bukan hobi saya, ini karena keterpaksaan pada awalnya akibat dari kejeniusan saya menumpuk-numpuk tugas sampai tercekik deadline. Akhirnya begadang jadi suatu kebiasaan, kebiasaan yang agak membunuh karakter dan penampilan. Yah, semua tahu lah bagaimana tampilan begadang-ers di siang hari: mata sembab, kantung mata membesar dan menghitam, frekuensi menguang meningkat, kadang jalan sempoyongan. Ukh keren gilaaaaa, haha.

Hoaaaaam, saya mulai mengantuk. Catatan ini belum selesai. Ah, biarkan saja dia terbengkalai untuk beberapa waktu, sebagai bukti bahwa saya memang menulisnya disela-sela niat hendak tidur. Hehe

Oke, camkan: saya bukan kelelawar, saya butuh tidur. Zzzzzzz

– suatu malam saat mata sukar terpejam –

One thought on “Sumpah, Saya BUKAN Kelelawar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s