Jembatan Rumpiang yang Langsing dan Tinggi Semampai

Setelah dipusingkan dengan UAS selama seminggu penuh, hari Sabtu, 8 Januari kemarin saya melarikan diri ke salah satu kabupaten di ujung Kalimantan Selatan, yaitu Barito Kuala. Rencananya mau ke Jembatan Rumpiang sekaligus silaturahim ke rumah seorang kawan, Nida. Bersama Haris, Radit, Giegie dan Nida sendiri keberangkatan direncanakan setelah ujian Trigonometri. Namun di hari H, ternyata rombongan bertambah menjadi 10 orang.

Giegie membawa 2 orang temannya, sedang saya mengajak Kak Yasir yang katanya belum pernah ke Marabahan (ibukota Barito Kuala). Eh ternyata akak (panggilan saya untuk Kak Yasir) mengajak serta 2 temannya. Jadilah kami seperti rombongan konvoi partai menjelang pemilu :D

Perjalanan ke Jembatan Rumpiang dari kota Banjarmasin memakan waktu 1 jam lebih dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Tidak henti-hentinya saya berdoa semoga kami selamat di jalan. Dengan kecepatan segitu di jalan sempit yang kadang berlubang, siapa pun saya kira pasti was-was. Namun rasa lelah dan panasnya sengatan sinar matahari siang terbayar oleh keindahan Jembatan Rumpiang dan pemandangan sekitarnya. Photo session pun dimulai, haha.

Jembatan Rumpiang, kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Jembatan Rumpiang, kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Ka Yasir & Ka Butuy

Kak Yasir & Kak Enald

Kak Yasir dan.. sumpah yang cewek bukan saya :D *bohong*

Jembatan Rumpiang memang lebih sempit dibanding Jembatan Barito yang sudah menjadi ikon Kalimantan Selatan, namun pilar-pilar tinggi yang menyangganya dan lengkungan sempurna bagian atap jembatan menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Selain itu udara di Jembatan Rumpiang juga relatif lebih bersih dibanding Jembatan Barito yang lebih berpolusi karena menjadi jalur lintas provinsi sehingga lebih banyak kendaraan berlalu-lalang.

di Jembatan Barito bersama mahasiswi Murakata, pada suatu waktu.

Jembatan Barito, kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Terlepas dari perbedaannya, Jembatan Barito maupun Jembatan Rumpiang memiliki kelebihan tersendiri. Bila anda berkunjung ke Kalimantan Selatan, kedua jembatan ini bisa dijadikan alternatif wisata, apalagi bagi anda yang sudah bosan melihat hutan-hutan beton di kota anda.

Ah, rasanya ingin berlama-lama memandangi aliran sungai dengan latar hijaunya pepohonan dan birunya langit dari atas Jembatan Rumpiang. Apa saya perlu mendirikan tenda di atas jembatan ya?

3 thoughts on “Jembatan Rumpiang yang Langsing dan Tinggi Semampai

  1. emank keren tuh jembatan rumpiang,,aq aja dah gak keitung berapa kali udah ksana,,,pkoknya keren dh,,,apalagi design jembatannya d tambah udaranya yg masih alami,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s