Saat Monyet Menjadi Artis

Setelah resmi terbebas dari jeratan UAS, anak-anak di kelas saya (ANTICS ’10) merencanakan liburan keliling sungai Banjarmasin dengan klotok pada 15 januari 2011. Klotok adalah sebutan urang banjar (masyarakat asli Kalimantan Selatan) untuk perahu motor kecil. Wisata air ini akan mengunjungi beberapa tempat yaitu Pasar Terapung alias Floating Market, Pulau Kembang habitat ratusan monyet, dan Jembatan Barito.

Sebelum berangkat, subuh-subuh kami sudah berkumpul di rumah Edwin, ketua tingkat, yang akan menjadi titik keberangkatan. Teman laki-laki saya sholat berjamaah di ruang tau sementara yang perempuan sholat di kamar. Beruntunglah kami karena mamanya Edwin baik hati da tidak sombong, kami disuguhi berbagai macam makanan sekedar untuk mengganjal perut sebelum berangkat.



sholat berjama'ah

di rumah ketua tingkat, isi perut dulu :D

Sekitar pukul 5.30 WITA kami berangkat. Agak molor dibanding perencanaan karena banyaknya kepala yang harus di atur, 20 orang. Melewati arus sungai di tengah dinginnya udara subuh hari, kami sangat menikmati pemandangan pinggir sungai yang disajikan. Mulai dari orang-orang yang mandi (hihi), mencuci, sampah-sampah yang hanyut, sampai kapal-kapal besar pengangkut batubara.

berangkat... hari masih gelap tapi untung muka saya bercahaya :D

masih gelap, berebut naik di atap klotok untunk menikmati udara subuh hari

ah, anak muda. setiap saat tidak lepas dari 'fotooooo dong!'

Sesampainya di Pasar Terapung, pasar tradisonal khas Kalimantan Selatan yang transaksi jual-beli dilakukan di atas perahu, hari sudah terang. Pasar pun terlihat sepi, hanya ada beberapa pedagang yang terombang-ambing oleh ombak sungai. Ah, telat. Tapi untunglah masih ada warung terapung yang menjual beberapa makanan. Karena perut sudah mulai memanggil-manggil, maka kami sarapan nasi sup di atas klotok. Hmmm, rasanya sedikit mual, makan sambil terapung-apung kesana kemari.

ayo makan :)

Selesai sarapan, klotok kembali melaju menuju Pulau Kembang. Pulau Kembang adalah habitat ratusan monyet liar yang berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi Pasar Terapung. Sampai di sana, beberapa monyet langsung menyerbu klotok kami. Beberapa teman berteriak ketakutan, tapi saya lah yang paling lantang berteriak, hehe. Sebungkus besar kacang yang kami bawa langsung diambil paksa oleh seekor monyet tanpa rasa perikemonyetan.

Beberapa teman langsung asik berfoto bersama beberapa monyet, sedangkan saya bergelantungan di lengan seorang teman saking takutnya melihat monyet-monyet liar yang tidak akan segan-segan mengambil makanan yang terlihat dibawa oleh pengunjung. Jika anda sempat berkunjung ke Pulau Kembang, amankanlah barang-barang anda. Jangan pakai topi, kacamata atau pun meletakkan handphone sembarangan. Teman saya sempat kecurian handphone saat mencoba mengakrabi si monyet, hihi. Setelah disogok dengan sebungkus kacang, handphone kembali ke tangan pemiliknya menyisakan beberapa goresan khas monyet.

setiap monyet di sini selalu jadi objek foto

fans-fans si monyet

Meninggalkan monyet-monyet lucu dan imut di Pulau Kembang, kami menghanyutkan diri ke Jembatan Barito. Teriknya sinar matahari, tidak mengikis semangat kami untuk terus menikmati pemandangan sungai Barito dari atas atap klotok. Lagipula sinar matahari terkalahkan oleh sejuknya angin yang membuat badan terasa hangat.

di Jembatan Barito (lagi)

Saat meninggalkan Jembatan Barito untuk kembali pulang, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WITA. Saking lelahnya, perjalanan pulang saya habiskan dengan tidur di dalam klotok, hehe.

Oh ya, terimakasih untuk ANTICS ’10 yang sudah menemani hari saya :)

 

ANTICS '10 (anak mathematics angkatan 2010)

4 thoughts on “Saat Monyet Menjadi Artis

  1. Wooo serunyaaa…! :)
    Saya takut sama monyet, beberapa kali nyoba pegang biar ga takut, tetep aja ga bisaaa.. kayanya galak gimanaaa gitu mukanya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s