Catatan 14 Februari

Tentang 14 Februari…

Jika kita flashback ke tiga tahun ini, ada peristiwa istimewa yang saya alami di tanggal 14 Februari. Bukan, bukan VALENTINE. Tapi memang ada hal yang membuat saya selalu ingat dengan tanggal 14 Februari di tahun 2009 dan 2010.

14 Februari 2009.
Saya berada di Banjarbaru, mengikuti rangkaian kegiatan Kalphyco (Kalimantan Physic Competition) yang diadakan oleh FMIPA Fisika UNLAM. Saat itu saya, seorang siswi kelas 11 di SMAN 1 Barabai, bersama sahabat saya Arif dan Luthfi yang tergabung dalam satu tim berhasil meraih juara di kompetisi itu. Hanya juara 3 memang, tapi sebagai newbie yang baru pertama kali mengikuti Kalphyco, ini merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi diri kami sendiri, apalagi mengingat kami satu-satunya wakil juara dari daerah. Juara lain berasal dari kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Sebenarnya gelar juara tidak lepas dari kejeniusan sahabat saya, Luthfi, yang memang ahli di bidang Fisika. Bisa dibilang, kompetisi ini diikuti oleh SEORANG Luthfi, sedangkan saya dan Arif hanya melengkapi jumlah anggota dalam tim. Haha.

Ada kejadian lucu di babak final. Beberapa jam sebelum final dimulai –final berbentuk eksperimen fisika– saya sempat bersitegang dengan Arif karena sebuah kesalahpahaman. Mungkin usia 16 belum bisa membentuk kami menjadi seorang dewasa sehingga sempat saja berperang dingin di tengah lomba. Padahal kami satu tim, dan babak ini adalah babak penentuan. Mencoba lebih profesional, babak final bisa kami lewati walau pun dalam keadaan saling diam. Oh, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Luthfi saat itu melihat dua anggota tim-nya bekerja dalam diam. Maafkan kami, Luth :D

Saya benar-benar merasa bersalah saat itu, karena sikap saya dan Arif mungkin menjadi penyebab kami hanya bisa bertengger di posisi ketiga. Mengapa saya katakan begitu? Eksperimen di babak final adalah percobaan menggunakan bandul untuk mengukur besar gravitasi. Kita tahu bahwa gravitasi besarnya SEMBILAN-KOMA-DELAPAN sedangkan angka yang kami dapat setelah melakukan eksperimen adalah DUA-KOMA-SEKIAN. Ya Allah, kemana tujuh angka itu? Kesalahan hasil ini kemungkinan besar terjadi karena kami salah mengukur tali, salah menggerakkan bandul, ah kekeliruan apa pun bisa saja terjadi saat diri tidak tenang akibat kesalahpahaman :(

14 Februari 2010.
Tidak banyak yang istimewa. Hanya saja saat itu adalah hari tes SMUT (Seleksi Masuk Unlam Terpadu) yang merupakan gerbang masuk saya hingga bisa terdampar di kampus yang saya tempati sekarang.

Saat itu UNLAM benar-benar terasa asing. Mendapatkan ruangan tes di FISIP sempat membingungkan saya karena hampir melakukan tawaf keliling FISIP sesaat sebelum sadar bahwa gedung FISIP berbentuk bundar, di mana jika kita berjalan terus dari pintu masuk, kita akan kembali lagi ke pintu masuk. Rektorat pun terasa asing, FKIP terasa asing, orang-orangnya terasa asing, segalanya di kampus terasa asing bagi siswi kelas 12 seperti saya.

14 Februari 2011.
Tapi inilah saya sekarang. Segalanya tidak lagi terasa asing. Saya sudah menjadi bagian dari kampus ini. Saya sudah menyusuri setiap gedung di FKIP, bolak-balik naik-turun di gedung Rektorat, bahkan sudah akrab dengan penjaga kantin. Oke, yang terakhir tidak penting.

Kuliah hari ini saya awali dengan keadaan di bawah normal: demam, batuk, pilek, pusing dan lapar. Namun sebagai mahasiswi teladan, saya tetap masuk kelas walaupun akhirnya di kelas tepar saking tidak enaknya badan.

Yah, intinya, hari ini 14 Februari yang berbeda dengan 2 tahun sebelumnya. Berbeda karena sekarang saya seorang mahasiswi. Berbeda karena hari ini memang hari biasa bagi saya, tapi besok 15 Februari bertepatan dengan 12 Rabiul Awal, itu hari lahir saya berdasarkan penanggalan hijriah :)

At last, say no to valentine! :)

5 thoughts on “Catatan 14 Februari

  1. hmmm,,, cerita yg bagus kawan,,,
    sebagai teman mu yg tepat 1 tahun lebih tua darimu, aku mau ngucapin selamat ulang tahun buat Tiya Maulida, moga berkah z umur kita karena lahir tepat di hari Maulid Nabi Muhammad SAW….
    Allahu Akbar

  2. Well, perasaan yg sama sy rasakan, sebagai orang yang kurang(sbg versi halus dari: tidak) berguna dalam tim. Mau bagaimana lagi, orang yg terbiasa pada domain aritmetika dan logika, serta bekerja tanpa tekanan waktu ‘dipaksa’ dalam kondisi yang sebaliknya. However, kami ucapkan selamat kepada perwakilan hulu sungai yang lolos ke final.

  3. setiap pekerjaan yang dilakukan dengan rasa tidak tenang, gelisah atau apalah…tidak akan berjalan sesuai dengan apa yg kita harapkan.

    terimakasih telah berkunjung ke tempatku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s