Buku: Kisah Pelangi 3

Alhamdulillah ini ‘anak’ baru lagi :’)

Kelahirannya memang sedikit mengejutkan karena saya baru tahu info lombanya sekitar 1 jam sebelum deadline. Entah setan apa yang merasuk, tiba-tiba saya menulis tanpa pikir panjang lagi. Dan blep, naskah terkirim hampir tercekik deadline. Syukurlah tidak sia-sia senam jari saya di tengah malam, PELANGI HITAM PUTIH masuk dalam Kisah Pelangi 3 bersama teman-teman penulis lain. Beberapa diantaraya adalah teman seperjuangan di grup kepenulisan, seperti Mbak Silananda dan Mbak Edelwise.

Terimakasih pada pihak yang telah mendukung saya. Silakan dipesan bukunya :) *kedip-kedip mata*

Cover Buku Kisah Pelangi 3 (see my name?)

Judul Dalam Buku :

  • Pelangi Lolipop dan Coklat
  • Meraba Indah Warna Pelangi
  • Setelah Pelangi Berlalu
  • Pelangi di Pinggir Dermaga
  • Pelangi Dalam Gelap
  • Harapan Pelangi
  • Pelangi Hitam Putih
  • Pelangi  Di Goa Belanda
  • Menunggu Pelangi
  • Aku Bersama Bintang, dan Kau Lukiskan Pelangi
  • Diujung Pelangi Di Malam Hari
  • Pelangi Langit
  • Sekantung Air Hujan
  • Temaram Pelangi Malam
  • Kulihat Pelangi Sore Ini
  • Gethuk Pelangi
  • Di Ujung Pelangi
  • Pelangi Hidupmu, Reza!
  • Pelangi Hati
  • Mengejar Pelangi
  • PELANGI HITAM PUTIH <—– it’s mine
  • Seperti Kedatangan Pelangi

Kertas            :  ( NOVEL ) Lebih Bagus Dari HVS

Ukuran Buku   : 13 X 19 Cm

Harga              : Rp. 34.000 ( Belum Termasuk Ongkir )

Sinopsis           :

Pelangi, merah jingga kuning hijau biru nila ungu. Mengingat satu hal itu aku serasa masih dapat merasakan permen lollipop yang manis legit, dan nikmatnya secangkir coklat hangat kala setengah pelangi melingkar di langit.

“Bu aku mau lollipop dan coklat hangat.” Rajukku pada ibu sambil menggelanyut manja di lengan tangannya.

 

“Lihat, lihat ada pelangi!”

Seru Lidya usai hujan siang itu saat kami berlima, aku, Lidya, Ami, Indra dan Diki tertahan sementara waktu di kantin belakang sekolah dikarenakan hujan turun semenjak usai jam sekolah tadi siang.

“Tuh kan, gak selamanya hujan itu nyebelin. Usai hujan bakal ada pelangi yang indah untuk dilihat”

Ujar Ami, menyindir Lidya yang sedari tadi mengeluh karena acara pulangnya terhambat gara-gara hujan.

 

Terduduk, diantara daun jendela berkusen kuno dengan ukiran tradisional. Tenang, sore yang sepi bersama indah sausana pantai. Samar terdengar gemericik ombak menyapa pasir. Berbuih lalu lenyap menyatu, meresap dengan cepat.

“Aditya! Cepatlah turun. Ada pelangi di ufuk barat. Cepat!” aku segera menutup telepon kamar hotel. Menyambar kaos dekil, menyampirkan pada pundakku. Berjalan tergesa menuruni anak tangga dari kamar tempat aku bermalam.

 

Hujan baru saja berlalu, di ambang senja yang sebentar lagi datang menjelang. Aku kembali lagi ke sini, ke tempat di mana pertama kali kisah itu berasal. Sekaligus tempat di mana kehilangan itu berawal.

Ingatan tentangmu kembali mencengkeramku kini.

 

Rainbow in the dark, alias pelangi dalam gelap. Yap, Sebutan kami untuk para aktivis kampus yang sempat kami wawancarai. Sebutan tersebut muncul karena kami merasa bahwa di tengah situasi yang “biasa saja” di kampusku tercinta ini, ternyata ada orang-orang yang berbeda. Baik dari cara pandang, gaya hidup, aktivitas, opini-opini, prestasi, dedikasi, jelas mereka berbeda dari orang kebanyakan. Memang, tak ada yang sempurna, mereka pun tak luput dari kesalahan dan kealpaan,

 

“Ji, aku gak minta kamu ingat semua yang pernah kita lalui dulu. Tapi satu hal yang aku ingin kamu ingat, kamu pernah bilang pelangi adalah jembatan yang membawa harapan setiap orang menuju surga”, ucapku sore itu ketika sedang membawa Aji jalan-jalan menuju taman dimana kami bertemu dulu.

 

“Ayah, ada pelangi…!” Arini berteriak senang dari arah beranda. Aku bergegas menghampirinya. Di beranda Arini sudah menunjuk-nunjuk pelangi yang melengkung indah.

Bagi semua orang menikmati semburat kemilau warna pelangi selepas hujan di kala sore menjelma merupakan pemandangan yang menakjubkan. Akan tetapi tidak bagi Arini anakku. Walau pelangi yang dilihatnya hanya goresan hitam dan putih karena menderita buta warna monokromasi.

 

Jika anda ingin memesan ada dua cara

1. Lewat Inbox FB (Wahidin Sinaga)

1.  Nama , Alamat Kirim, Judul Buku, No Telepon, Harga Buku, Jumlah Buku.

2.  Setelah itu kami akan membalas Berapa biaya yang harus di keluarkan melalui Pesan anda

( Sabtu dan Minggu Libur )

3. Setelah Itu Kamu Kirim Uang Pembelian Ke No Rek DiBawah

4. Foto Bukti Transaksi anda

5. Upload di Facebook dan Wahidin Sinaga atau kirim ke irvasinaga@gmail.com or sinagawahidin@gmail.com ditambah syarat No 1

6. Selesai Tunggu Seminggu ( Sabtu & Minggu Tak dihitung ) or Kurang dari waktu tersebut Buku Anda

Sudah Ada Dirumah

7. Lalu Infokan Bahwa Buku sudah diterima ditambah ( Komentar yang Membangun)

2. Lewat Telepon

1. Nama , Alamat Kirim, Judul Buku, No Telepon, Harga Buku, Jumlah Buku.

2. Kirim Ke 088218209583

3. Tunggu Konfirmasi dari kami biaya yang harus dikeluarkan ( Sabtu & Minggu Libur)

4. Setelah Itu Kamu Kirim Uang Pembelian Ke No Rek DiBawah

5. Foto Bukti Transaksi anda

6. Upload di Facebook dan tag Wahidin Sinaga atau kirim ke irvasinaga@gmail.com or sinagawahidin@gmail.com ditambah syarat No 1

7. Selesai Tunggu Seminggu ( Sabtu & Minggu Tak dihitung ) or Kurang dari waktu tersebut Buku Anda

Sudah Ada Dirumah

8. Lalu Infokan Bahwa Buku sudah diterima ditambah ( Komentar yang Membangun)

TRANSFER UANG KE

BANK BCA

Kirim ke

1281597251

Atas nama

Aulia Halimatussadiah

cabang Pasar minggu

2 thoughts on “Buku: Kisah Pelangi 3

  1. Puitisnya keras, sastranya sedikit maksa… Tapi sebetulnya lebih baik cerita yang begini ini, walau sebetulnya sudah membosankan di awal, di tengah memaksa merayu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s