Perempuan Dalam Mimpi [Episode 2]

Berikut lanjutan Perempuan Dalam Mimpi [Episode 1] oleh @benzbara_

Perempuan dalam Mimpi
[Episode 2]

Seminggu berikutnya, kursi di no smoking area, laptop butut dan bergelas-gelas kopi menjadi teman rasa penasaranku pada perempuan itu. Namun sejak sapaku yang dibalasnya dengan langkah menjauh, aku tak pernah lagi melihatnya duduk di luar jendela. Anehnya, aku tak bisa menahan diri untuk melewatkan sehari pun tanpa menunggu Perempuan Mimpi –nama yang kuberikan padanya– itu di kafe ini.

Aku sedang tenggelam bersama alunan tak tik tuk keyboard dan kata-kata yang menari di layar laptop ketika terasa ada yang menggelitik hatiku. Konsentrasiku teralih ke luar jendela. Rupanya rasa menggelitik tadi muncul karena di luar sana, di ruang smoking area, Perempuan Mimpi baru saja datang dan duduk persis di kursi kemarin minggu.

Nyaris kakiku bergerak sendiri seperti tempo hari. Namun kali ini aku lebih mampu mengontrol diri. Aku menahan diri di kursi menghindari kejadian kemarin terulang, sok kenal dan diabaikan.

Selepas sekian menit berdiam diri memandang dari jauh, akhirnya aku menemukan cara agar tak terlihat konyol lagi.

“Kamu perempuan yang ada di dalam mimpiku. Boleh aku tahu namamu? Aku lelaki yang menatapmu dari balik jendela no smoking area.”

Kutulis ucapanku di selembar kertas dengan bentuk huruf serapi mungkin. Kutitipkan pada pelayan kafe dan minta tolong agar disampaikan pada perempuan itu.

Jantungku berdegup kencang mengikuti derap langkah kaki pelayan. Semakin kencang saat pelayan itu menyodorkan kertas pada Perempuan Mimpi sambil menunjuk padaku dari balik kaca ruangan, Perempuan Mimpi ikut menoleh dengan ekspresi datar. Kulemparkan senyum dengan harap akan mendapat balas senyuman serupa. Nihil.

Dia melihat sekilas ke kertas, sekedar cukup membacanya sekali, lalu meletakkan kertas di ujung meja dan beralih mengambil cangkir. Rupanya pahit kopi terasa lebih menarik baginya dibanding tulisanku. Aku menghela napas.

Pada akhirnya aku tak bisa menahan lagi. Seolah sedang berada di medan magnetnya, dengan langkah lebar kuhampiri Perempuan Mimpi itu. Ada perasaan yang begitu berkuasa di diriku hingga melakukan hal konyol ini, lagi.

Tapi kakiku mendadak menempel di lantai kafe padahal satu langkah lagi aku sampai di hadapan Perempuan Mimpi. Aku didahului. Tiba-tiba saja sudah ada laki-laki seumuranku yang duduk di sebelah Perempuan Mimpi-ku. Ah, aku sudah begitu lancang memanggilnya sebagai milikku.

“Siapa kau?” kataku setengah berteriak, seolah laki-laki itu sudah mengganggu kehidupanku.

Laki-laki itu menatapku heran dari kursinya. Perempuan Mimpi ikut menengadah.

“S-sss-si-siapa kau?” kataku lebih lirih.

Laki-laki itu masih menatapku dengan raut bingung. Aku lebih bingung. Laki-laki ini lebih familiar dibanding Perempuan Mimpi. Berbagai cuplikan adegan hidupku kemudian muncul silih berganti, berputar-putar di sekelilingku. Aku merasa berada di lingkaran waktu, bersama Perempuan Mimpi dan laki-laki ini. Laki-laki yang begitu mirip dengan ayahku, hanya saja terlihat dua puluh tahun lebih muda.

Sekelebat adegan kembali berputar di ingatanku, aku pernah sekali melihat wajah Perempuan Mimpi itu tercetak di figura kecil di laci meja kerja ayah.

Banjarmasin, 5 Mei 2013

One thought on “Perempuan Dalam Mimpi [Episode 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s