Perlu Momentum untuk Berubah?

image

Barangkali saat sekolah dulu setiap dari kita pernah bertanya-tanya, kenapa harus belajar kalkulus, apakah di kehidupan nyata bisa dipakai? Untuk apa belajar aljabar, apa bisa dipakai? Untuk apa belajar vektor, apa bisa dipakai? Untuk apa belajar momentum dan impuls apa bisa dipakai?

Bisa.
Sebentar, saya tengok buku Fisika SMA dulu.

Momentum suatu benda adalah hasil kali dari massa dan kecepatan. Momentum merupakan besaran vektor, artinya ia memiliki arah, dimana arahnya sama dengan arah kecepatan. Lalu bagaimana dengan momentum di dunia nyata? Tentu saja pengertian momentum di Fisika berbeda dengan di dunia nyata, namun ada baiknya kita coba hubung-hubungkan.

Senyum kalem.

Di dunia nyata, banyak orang yang menggunakan sebuah momentum untuk melakukan perubahan. Ada yang memakai momentum kelulusan sekolah untuk berjilbab, penambahan (pengurangan) usia untuk mendisiplinkan ibadah, momen wisuda untuk merutinkan dhuha, momen pernikahan, momen jadi ayah atau ibu, dan sebagainya untuk sesuatu sejenisnya. Memang untuk berubah sebenarnya kita tidak perlu menunggu momen tertentu, tinggal aksi, beres. Tapi jika niat terus-terusan hanya sebagai niat, maka saat itulah kita perlu momentum.

Kembali ke fisika di rumus momentum, jika massa kita ibaratkan seberapa besar niat kita dan kecepatan adalah seberapa cepat aksi kita, maka niat dan aksi akan berbanding lurus dengan momentum, dan keduanya saling melengkapi. Misal, niat kita sudah besar sekali, tetapi kita tidak ada aksi, alias nol, maka momentumnya juga nol. Tidak ada perubahan. Begitu juga jika kita aksi sana-sini, tapi tak tahu niatnya kemana atau untuk apa, akan jadi pergerakan yang sia-sia.

Saya sendiri sering menggunakan suatu momentum untuk melakukan niat dan aksi perubahan, misalnya momen lulus kuliah untuk menghibahkan celana dan selalu pakai rok, atau momen 1 Ramadhan sebagai awal untuk lebih istiqomah dalam berjilbab. Kenapa saya perlu momen? Karena sebenarnya saya orang yang takut akan perubahan, maka impuls di momentum yang khusus bisa memberi dorongan lebih pada niat saya. Pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya.

Yaah, mungkin penjelasan tentang momentum di atas ngawur, tidak ada korelasinya dengan ilmu fisika. Jadi saya peringatkan, yang cari bahan fisika dan terdampar di sini, jangan copas yaa. Tapi ya lumayanlah untuk materi tulisan, hehe.

Nah, untuk kawan-kawan yang sudah punya niat untuk sesuatu yang baik, namun selalu hanya terdiam di fase niat, jemput momentum yang paling dekat: TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1437 H.

Tinggalkan masa lalu yang buruk di tahun yang sudah lewat, siapkan diri baru yang lebih baik untuk tahun yang akan dijalani. Perubahan itu mudah, namun bukan orang lain yang bisa mengubahmu, melainkan diri sendiri. Jadi jangan menunggu, tapi kau harus berdiri, berjalan dan berlari meski sendiri. Make your move, catch your moment.

Semoga berhasil. Keep syar’i, keep istiqomah.

Selamat tahun baru hijriah, 1 Muharram 1437 H.
Mari berhijrah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s