Begini Caranya Agar Tidak Bingung Memilih Baju di Lemari

Saya dan milyaran perempuan di dunia pasti pernah menghadapi situasi seperti berikut…

Mau jalan. Di kamar. Di depan lemari pakaian. Pilih baju yang jumlahnya puluhan. Ngeluarin beberapa biji. Coba beberapa biji. Sejam kemudian… “Aaaahh aku gak ada baju buat jalan!”. Padahal lemarinya penuh.

Yayaya, memang problem sejuta umat.

Tapi tahukah bahwa masalah semacam itu bisa dipecahkan secara sederhana dan menyenangkan hati?

1. Sortir! Sortir! Sortir!
Cobalah untuk mulai memilah-milah isi lemari. Pisahkan pakaian yang memang sering dan masih suka dipakai, pakaian yang jarang dipakai, pakaian yang tidak pernah dipakai karena tidak suka atau ukurannya tidak pas lagi, dan pakaian yang sudah tidak layak pakai.
Yang sudah tidak terpakai tapi masih layak pakai, bisa dihibahkan ke orang-orang sekitar yang membutuhkan. Apalagi bagi yang baru hijrah, pasti banyak kan celana-celana atau baju-baju yang sudah tidak sesuai? Daripada bertengger lama di sudut lemari, bukankah lebih indah jika kita berbagi?

2. Terapkan Prinsip “One in, one out
Sudah disortir, sudah dihibahkan, sekarang lemari bisa bernapas. Alhamdulillah. Nah agar sirkulasi lemari tetap begitu, terapkanlah prinsip One In One Out, satu masuk satu keluar. Artinya jika kita membeli satu pakaian, cobalah untuk menghibahkan satu pakaian. Jadi jumlah pakaian kita akan tetap begitu dan tidak mubazir. Selain itu, prinsip ini juga membiasakan kita untuk saling berbagi dan bisa memutarkan siklus rezeki orang sekitar lho. Pedagang yang kita beli pakaiannya, jadi laku, dapat rezeki. Orang yang kita beri pakaian akan bisa menyisihkan rezekinya untuk hal lain, pendidikan anaknya misalnya. Sedangkan kita? Insya Allah dapat pahala, dapat kesenangan batin dan tidak pusing dengan isi lemari :)

3. Sederhanalah
Berikutnya, belajarlah menjadi sederhana. Biasakan diri untuk tidak serakah akan sesuatu, meskipun lucu. Misal, lihat gamis bagus, lalu kalap beli gamis yang sama dengan warna selengkapnya mejikuhibiniu. Akhirnya, yang terpakai ya cuma warna itu-itu saja. Redamkan emosi sesaat saat belanja, turunkan ego perempuannya yaaa.
Ada baiknya membeli pakaian dengan warna netral seperti hitam, abu-abu, putih, krem dan sebagainya. Ini akan banyak membantu lho. Warna-warna netral akan bisa nyambung dengan banyak warna, jadi kita tidak perlu memaksa membeli khimar pink untuk gamis pink, tas hijau untuk gamis hijau, sepatu merah untuk gamis merah. Pintar-pintar saja untuk mengkombinasikan warna netral.
Tahu tidak bahwa warna gelap, hitam, adalah warna yang paling dianjurkan untuk dipakai muslimah? Iya. Karena warnanya tidak mencolok dan tidak menarik perhatian. Percaya deh, warna gelap tidak akan pernah lekang oleh zaman, tidak akan terkubur oleh trend. See? Agama kita telah mengatur dengan sangat indah.

Nah, mungkin itu sedikit tips yang bisa saya bagikan. Saya sendiripun sedang belajar untuk menerapkannya dengan disiplin. Tulisan ini dibuat di sela-sela rehat menyortir baju di lemari. Ternyata lebih dari 50% baju yang ada, tidak pernah lagi saya pakai, dan kondisinya rata-rata masih sangat bagus, bahkan ada beberapa yang hanya sekali saya pakai. Ihh, sok artis ya? Hehe.

Bukan begitu. Kebanyakan yang sekali saya pakai itu adalah baju yang saya beli beberapa saat sebelum memutuskan hijrah. Karena keadaan baju yang lumayan ketat, atau pendek, jadi tidak pernah lagi saya pakai. Ada sih keinginan untuk menyimpannya dan nanti bisa dipakai di rumah di hadapan suami saja, tapi saya pikir daripada beberapa bulan bajunya nganggur, lebih baik saya hibahkan pada yang lebih membutuhkan. Toh, jika ingin baju yang ‘seksi’ saya bisa beli lagi dengan suami. Nanti. Hehehe.

Selamat Tahun Baru 1437 Hijriah.
Hijrah. Istiqamah.

3 thoughts on “Begini Caranya Agar Tidak Bingung Memilih Baju di Lemari

  1. hehehe saya jg suka bingung klo udah di depan lemari…
    padahal sy termasuk agak cuek dgn penampilan tp tetap aja selalu lama klo harus memutuskan pake baju yg mana :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s