Mengapa Kita Tak Perlu Cemburu pada Mereka yang Terlihat Sempurna?

Wajah cantik, fisik sempurna, sholehah, dari keluarga berada dan baik-baik, rejeki lancar berkecukupan, punya suami tampan dan sholeh, blablabla segala yang positif. Pokoknya fii dunya wal akhiraah deh.

Kita lihat, bukankah dia begitu sempurna?

“Wanita begitu dimana kekurangannya? Semuanya terlihat sempurna, dunia dan insya Allah akhirat.” pikir kita.

Kemudian kita mulai membandingkan kehidupannya dengan kita. Kita dengan rupa sekadarnya, ibadah pun sekenanya, rejeki kadang tersendat, punya suami tampan dan sholeh masih sebatas harapan saja. Mengapa dia punya semua, dan kita setengahnya pun tidak ada? Lalu, apakah Tuhan tidak adil karena dia mendapat nikmat yang luar biasa? Kita cemburu.

Padahal yang kita tidak tahu, jauh sebelum kita mengenalnya sebagai pribadi yang sekarang, dia dulu lama bergumul dengan kejahilan, cobaan dan ujian hidup. Dia bisa saja lama terjerumus dalam jalan yang salah. Kita saja yang tidak tahu.

Hingga akhirnya dia mampu berubah. Berproses. Hijrah.

Kita tidak tahu bahwa usahanya hingga sampai ke titik sekarang jauh lebih besar dari usaha kita. Maka ketika dia akhirnya terlihat lebih sempurna, dia memang mendapatkan hasil setimpal dari usahanya. Sementara, usaha kita sudah sampai mana?

Tapi, meski terlihat begitu mempesona, apakah benar dia sudah sempurna karena memiliki segalanya? Nampaknya iya, mungkin sebenarnya tidak.

Bisa jadi cantik rupanya adalah ujian. Hartanya yang berlimpah adalah ujian. Suami dan keluarganya adalah ujian. Tapi dia kuat.

Dia kuat.

Kita diberi kecantikan, kekayaan, kebahagiaan dan segalanya, belum tentu mampu menerima. Mau dibawa ke arah mana semuanya? Salah langkah, bisa saja segala yang kita sangka nikmat berubah jadi petaka oleh ketidakmampuan kita untuk bersyukur.

Yakin saja, Allah berikan apapun sesuai kapasitas kita. Entah nikmat, pun ujian.

Karena saat berkaca, yang nampak adalah diri kita. Bukan orang lain.

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s