Kuliahnya Apa? Kerjanya Apa?

image

Sewaktu sempat kerja kantoran kemarin, saya sering dihadapkan pada pertanyaan semacam itu.

Kerja di bank? Bagian marketing? Bukannya kemarin kamu sarjana pendidikan?

Lalu jawaban andalan saya selalu, “Iya, kebetulan rezekinya di situ.” sambil senyum mesem-mesem.

Bagi yang hidupnya selalu sejalur, mungkin juga akan bertanya-tanya. Kalian kenapa sih, ilmunya pas kuliah nggak mau dipakai? Tapi bagi banyaaaaaak orang yang sempat atau sedang berada di posisi seperti saya, akan tahu rasanya.

Sarjana pertanian, kerja jadi teller bank.
Sarjana perikanan, jadi wartawan.
Sarjana hukum, kerja di BPJS.
Sarjana pendidikan, buka clothing line.
Sarjana ekonomi, jadi koki di warung padang.
Sarjana teknik, jadi ibu rumah tangga.
Sarjana komputer, jadi guru ngaji
Dan blablabla.

Di pandangan kebanyakan orang, jika kita sudah sarjana, maka kerjanya pun harus sesuai dengan pendidikan kita. Karena sayang ilmunya kan? Minimal kerja yang sejalur lah, maksimal jadi PNS. Yang kebanyakan orang tidak tahu, tidak semua orang rezekinya sama, dan tidak semua orang menghendaki profesi yang serupa.

Pernah dengar tentang Salah Jurusan?

“Iya nih, kemarin maunya masuk fakultas nganu, tapi nggak lulus, lulusnya malah di sini.”
“Sama Bapakku disuruh masuk sini aja, biar kerjanya enak nanti.”
“Yaaa asal kuliah aja sih, nggak ada kepikiran mau ambil apa sejak dulu.”

Pernah dengar juga ada yang bilang begitu?
Nah, itu!

Jadi pada umumnya mereka yang berada di jalur yang salah terbagi jadi dua kelompok:
– yang pasrah karena dapat kerjanya memang di situ
– yang memang berontak ingin keluar dari jalurnya

Beberapa makhluk memang sudah ditetapkan rezekinya di jalur berbeda. Beberapanya lagi memang sengaja memilih yang beda karena sedari awal dia memang tidak cocok dengan jurusan pendidikannya. Orang bilang ini masalah passion, ya passion.

Passion gundulmu! Kuliah buat modal kerja. Kerja itu buat cari duit, bukan makan passion!

Dan lagi, masalah salah jalur bukan hanya terjadi di dunia kerja kok. Sebenarnya kita sudah  familiar sejak jaman sekolah. Misalnya, minatnya di jurusan bahasa eh malah masuk IPA. Atau maunya di IPA, eh masuknya di jurusan IPS. Kenapa? Dari banyaknya kasus yang saya lihat sendiri, ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah orangtua/lingkungan.

Sebagai contoh, ada orang tua yang ngotot ingin anaknya jadi dokter. Maka di SMA si anak harus masuk jurusan IPA kan, sebelum akhirnya nanti setelah lulus mencoba mendaftar di kedokteran. Yang orang tua kadang tidak paham, si anak sebenarnya minatnya di bahasa. Namun karena desakan lingkungan, akhirnya memilih IPA juga.

Contoh lain, ada anak yang sedari kecil sudah sangat akrab dengan seni. Sudah diimpi-impikannya, bahkan dia selalu membayangkan dirinya di masa depan sebagai seniman. Sayangnya dia harus kuliah di jurusan hukum, agar nanti mudah cari kerja kata keluarganya. Matilah mimpinya. Maka, tidak heran jika sudah lulus dia tidak akan mengambil jalur yang lurus, mungkin akan berbelok kembali ke seni?

Percayalah, akan selalu ada mereka yang di mata orang berada di tempat yang salah, meski sebenarnya benar baginya. Akan tetap ada orang yang terjebak di tempat yang salah karena terdesak lingkungan, lalu mencoba untuk membebaskan dirinya.

Kamu sarjana pendidikan kok di rumah aja? Jualan lagi. Nggak malu? Nggak sayang ilmunya?

Terserah deh. Saya pura-pura mati aja.

4 thoughts on “Kuliahnya Apa? Kerjanya Apa?

  1. saya dokter hewan, sempat ketja di farm , berhenti krn setelah punya anak malah gak keurus anaknya, sempet buka praktek sore hari, pagi iseng2 ngajar di SMA biar ada kegiatan. Saat pasien makin banyak, dan ternyata aku suka banget ngajar akhirnya praktek aku lepas krn aku kewalahan. Tapi akhirnya aku juga bisa dapat sertifikasi guru. jadi aku bisa mebuktikan kalau kau pantas jadi guru

    • Nah gitu juga mba, memang banyak teman saya yang basicnya bukan dari pendidikan malah jadi guru. Karena apa yaa, mengajar itu lebih seperti panggilan bukan skill. Kalo saya sebaliknya, makanya stuck gini. Ada bidang lain yg lebih saya minati :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s