Hamil 20 Minggu (30 April 2016) : Gerakan Janin

Postingan ini harusnya jadi satu part dengan yang ini, tapi karena agak panjang dan kemarin saya semacam tidak sabar untuk bercerita, akhirnya postingan tersebut meluncur terlebih dahulu. Jadi kali ini saya akan bercerita tentang kehamilan pada minggu ke 19 dan ke 20 saja.

Perut Gatal, Awas Stretchmark
Di akhir minggu ke 18 saya mulai merasakan gatal-gatal di beberapa bagian tubuh. Yang paling sering di sekitaran badan, apalagi bagian perut. Nggak mandi kali? Eh, sekarang sudah rajin mandi kok, hehe. Seperti biasa, jika ada hal baru yang saya rasa, maka saya akan bertanya pada….. google.

Masukkan keyword “perut gatal saat hamil“, keluar banyak artikel dengan judul serupa. Oh, ternyata wajar. Saya baca beberapa dan akhirnya dapat satu kesimpulan bahwa gatal-gatal saat hamil terjadi karena adanya peregangan kulit. Hati-hati, jangan digaruk, karena akan menimbulkan garis-garis yang biasa kita sebut strechmark. Pada umumnya akan muncul di daerah perut dan payudara, bagian tubuh yang akan membesar semasa hamil. Saya yang tidak pernah gemuk sedari kecil tidak pernah mengalami strechmark sebelumnya, cuma saya pernah lihat di paha sodara saya yang kemarin gendutan.

Nah, solusinya biar gak garuk-garuk, diusap-usap aja perutnya, pakai baby oil atau krim khusus. Akhirnya saya rutin olesin minyak zaitun ke perut sehabis mandi, dan ternyata gak pernah gatal lagi deh. Katanya kalau diolesin minyak zaitun sedari hamil muda, insya Allah terhindar dari stretchmark. Semoga gak ada strechmarknya ya sampai kelar hamil.

Perut Kedut-kedutan
Memasuki minggu ke 19, saya mulai merasakan ada yang aneh di dalam perut. Awalnya takut kenapa-kenapa karena rasanya perut tiba-tiba nyeri. Apa salah makan ya jadi mules? Enggak. Atau masuk angin? Enggak juga. Kadang nyeri di perut kanan, kadang nyeri di kiri. Duh, kenapa Ya Allah?

Akhirnya ke google lagi.

Dan ternyata… itu wajar juga. Katanya tanda-tanda bahwa gerakan janin di dalam perut sudah mulai terasa. Semakin hari akan semakin bertambah. Waaah, gak jadi panik, malah nungguin perkembangannya setiap waktu. Selang beberapa hari, hal baru kembali muncul. Perutnya kedut-kedut, rasanya seperti detak jantung turun ke perut. Kadang juga terasa geli sampai mau kencing. Berikutnya di dalam perut terasa seperti ada gelembung udara pecah di air, ini yang paling sering. Waktu tanya ke kakak ipar, katanya itu bisa jadi karena janinnya cegukan. Akhirnya, bisa ditebak, saya tanya ke google juga.

Ternyata ada istilahnya untuk sesuatu yang dirasa ibu hamil di dalam perutnya, yaitu Butterfly Flutter. Cuma saya ragu yang saya rasa ini Butterfly Flutter atau bukan, karena definisinya Butterfly Flutter adalah sensasi angin bergerak atau semacam ada kupu-kupu terbang dalam perut, sementara yang saya rasa jika didefinisikan lebih kepada gelembung udara pecah. Pada awalnya gelembung ini cuma terasa oleh saya aja, waktu minta suami buat ikut pegang perut ternyata gak terasa meski perut saya udah geli-geli karena gelembungnya. Jadi memang bertahap. Beberapa hari berikutnya baru suami bisa ikut ngerasa pas taruh tangannya di perut saya, kaya ada efek bluppp katanya.

Gerakan Janin

image

Daily info di Pregnancy+ App

Waktu-waktu setelahnya, efek gelembung tadi makin sering terasa. Saya bahkan sudah hapal tanda-tanda ketika gelembungnya akan muncul. Sampai akhirnya, saya ingat sekali di tanggal 24 April 2016, seperti biasa jika sudah tidak ada kerjaan saya akan senderan di tempat tidur sambil memperhatikan perut yang makin membuncit. Ini hobi tiap hari. Sambil merasakan geli-gelinya ketika gelembung muncul, tiba-tiba… perut saya mbenjol sendiri! Kayak permukaan gendang yang dipukul trus memantul keluar.

Masya Allah, saya takjub.

Biasanya kan hanya bisa dirasa kalau kita taruh tangan di perut, eh sekarang terlihat tanpa disentuh. Perutnya gerak! Masya Allah.

Saya cerita ke suami, sampai nyuruh beliau ikut perhatiin perut saya beberapa lama. Ternyata cuma sekali itu yang kelihatan, selebihnya kembali seperti semula, gelembung udara yang pecah di air. Bluppp.

Tapi makin ke sini, gerakannya makin nyata kok. Sekarang perut saya sudah bisa dilihat gerak-gerak sendiri. Paling sering pagi hari atau malam, karena katanya usia kandungan segini, janin sudah punya waktu tidur-bangun yang rutin, hanya 6 jam sehari.

Di beberapa waktu perut saya juga sering mengeras dengan sendirinya, kemudian kempes/lembut lagi, disusul dengan gerakan-gerakan kecil. Kadang juga perutnya tiba-tiba mencong ke satu sisi, paling sering ke bagian kanan. Jadi mikir bareng suami, pas mencong itu apanya ya yang menonjol? Dengkulnya? Kepalanya? Atau tangannya?  Lagi apa nak di dalam sana?

Kondisi Tubuh
Meski usia kandungan sudah mencapai 5 bulan, perut saya belum terlalu tampak menonjol. Mungkin seperti ukuran 3 bulan bagi orang-orang kebanyakan. Tapi rasa lelah dan berat mulai terasa, apalagi urusan napas. Sekali napas harus narik kuat-kuat. Bahinak basar, kalo kata Urang Banjar.

Makin ke sini saya juga makin suka tiduran, eh tidur beneran. Bawaannya maleeeesss ngapa-ngapain, ngantuk terus. Masak paling sekali seabad, maunya makan di luar terus, kalo di rumah gak terlalu nafsu. Giliran makan di luar, saya jadi lahap, apalagi urusan lalapan pinggir jalan. Duh, padahal gak terlalu sehat ya, tapi doyan, hehe. Sekarang juga seneng-senengnya diajak jalan keluar sama suami. Pokoknya kemana aja, asal jalan-jalan dan sama suami. Entahlah, selama hamil saya sukaaaaa banget nempel suami, apalagi pas baru pulang kerja, nyium aroma badannya, hehe. Baru datang kerja, peluk suami. Tiduran, peluk suami. Tidur, gak lepas suami. Nempeeeeeel aja. Sampai kadang nanya,

A, ungah banar lah? Hehe.” (A, manja banget ya?)

Entah ini sifat asli saya, atau bawaan hamil. Soalnya habis nikah langsung hamil jadi gak tau sifat saya pas belum hamil ke suami gimana. Tapi alhamdulillah kalo memang bawaan hamilnya gitu. Soalnya katanya ada yang pas hamil jadi benci banget sama suami, bahkan lihat wajahnya aja gak mau. Duh, gimana itu tiap harinya?

Hmm, balik ke topik. Kata orang tua, kalo hamil jadi males kerja dan doyan tidur nanti anaknya cowok. Asik sih kalo cowok, soalnya mama papah anaknya cewek semua, pasti seru kalo cucu pertamanya cowok. Tapi, kalo dapat anak cewek juga seneng banget, sudah bisa bayangin nanti didandanin kayak apa, saya jahitin baju sama jilbab sendiri, jadi nanti kembaran sama umminya, hihi. Intinya apapun ketetapan Allah, insya Allah diterima. Semoga sehat terus ya, nak.

Sering Bermimpi
Oh iya, selama hamil saya sering bermimpi, malah kayaknya setiap tidur, entah tidur siang, tidur malam atau ketiduran. Memang ibu hamil begitu ya? Katanya frekuensi mimpi selama kehamilan memang bertambah dan terasa lebih nyata. Hal ini karena adanya perubahan hormonal, ditambah dengan kegundahan dan perasaan yang campur aduk pada ibu hamil tentang perubahan tubuhnya, tentang perkembangan janinnya, dan hal-hal lain yang baru dialaminya. Saya agak khawatir aja sih, soalnya terakhir kali pas masih sendiri, saya mimpi terus itu karena banyak pikiran, jadinya tidurnya gak berkualitas.

Semoga gak apa-apa ya.
Love you, nak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s