Hamil 36 Minggu (20 Agustus 2016) : ASI, Marmet dan Persiapan Persalinan

Nggak terasa sudah 9 bulan saya “membawa” makhluk hidup kemana-mana. Dalam hitungan sekian minggu lagi, insya Allah saya akan diizinkan untuk melihat rupanya, dia yang saban hari saya ajak ngobrol, ngajak main, dan jadi sumber kebahagiaan luar biasa di keluarga kecil ini.

Masya Allah. Mau netes, merembes.

Dekatnya waktu persalinan membuat saya makin dag dig dig ser. Khawatir, cemas, senang, antusias dan berbagai macam perasaan campur aduk. Saya bahkan sempat bermimpi melahirkan hingga menyusui bayi gara-gara seharian itu belajar tentang ASI dan serba-serbinya, hihi. Mimpi paling riil yang pernah saya alami selama hamil.

Jadi, setelah bulan kemarin saya cerita tentang beli perlengkapan bayi, masih ada beberapa yang belum dimiliki karena masih ragu itu perlu banget nggak. Salah satunya adalah breastpump alias pompa ASI. Akhirnya saya bertanya lewat facebook, alhamdulillah banyak ibu-ibu muda yang respon. Makasih yaaa jawabannya :)

Tiap hari, sejak hamil entah kenapa di linimasa medsos selaluuuu yang muncul status ibu-ibu muda tentang bayi, tentang ASI, ASIX, ASIP, MPASI, dan sejenisnya. Memang sih, hamil ini banyak temennya, kebetulan lagi musim nikah angkatan sekitar saya, jadi hamilnya barengan juga. Banyak yang pamer stok ASIP, akhirnya saya penasaran, apa perlu yaa ASIP buat IRT kayak saya? Soalnya teman-teman yang pamer ASIP semuanya ibu pekerja. Makanya rilislah pertanyaan di status di atas.

Jawabannya?

Sebagian besar menjawab PERLU, sisanya PERLU BANGET. Hihi sama aja ya.

Entah itu jawaban untuk pertanyaan yang mana, karena saya baru sadar ada 2 pertanyaan di situ: “perlu pompa ASI?” dan “perlu simpan ASIP?”. Sepemahaman saya sih jawabannya untuk pertanyaan kedua.

Mbohlah, yang penting saya sudah tangkap beberapa poin dari hasil sharing ibu-ibu kece tersebut.*

  • Hari-hari pertama setelah persalinan, payudara perlu diperah karena biasanya akan terasa penuh dan bengkak. Dan sakit. Oke. Karena bayi belum banyak ngASI, sedangkan produksi ASI sudah banyak, maka dilakukanlah pemerahan. Pemerahan juga bermanfaat agar ASI terus lancar. Tjakep.
  • Stok ASIP perlu meskipun untuk IRT murni, dengan catatan jika nanti diperlukan di saat mendesak, misal ibu sakit atau dalam keadaan nggak bisa menyusui langsung. Tapi dari cerita beberapa ibu, banyak yang ASIPnya nggak terpakai karena bayi lebih sering menyusu langsung. Kata mereka, menyusui langsung lebih membahagiakan. Duh, envy. Soon yaa hehe.
  • Media pemberian ASIP harus diperhatikan, katanya jangan pakai dot karena bisa menyebabkan “bingung puting”, keadaan dimana bayi mulai enggan nyusu langsung karena sudah merasa terbiasa dengan dot. Solusinya, media pemberian ASIP lebih baik pakai sendok, gelas atau cup feeder
  • Pemerahan payudara bisa dengan menggunakan pompa manual atau elektrik, tergantung budget dan kebutuhan. Nah dari diskusi tentang alat perah, akhirnya saya dapat ilmu baru, yaitu perah pakai tangan atau istilahnya marmet.
  • Baiknya ikut komunitas AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). Sejak itu saya langsung gabung grup facebook AIMI Kalsel dan follow semua media sosialnya. Alhamdulillah, dapat ilmu banyak. Nanti ada kelas pertemuan rutin juga katanya buat sharing ilmu.
  • Dan lain-lain

    * mohon maaf jika ada yg gak sesuai, ini murni sepemahaman saya dari hasil sharing teman-teman.

    Dari sini saya akhirnya ambil keputusan untuk nggak beli alat pompa tapi sedia botol atau plastik buat ASIP aja. Saya tertarik dengan marmet dan akhirnya baca-baca beberapa artikel di internet.

    Sambil baca, sambil saya praktekin. Eh ternyata ASI (kolostrum) saya keluar. Bingung, mau senang apa sedih. Senang karena ternyata saya sudah produksi ASI, yang faktanya memang sudah diproduksi payudara sejak trimester dua. Sedih karena takut kolostrumnya habis. Eh, memang bisa habis gitu kalo keluar duluan?

    Katanya, jika dilakukan dengan benar, teknik marmet malah menghasilkan perahan yang lebih banyak dibanding dengan pakai alat pompa. Makanya lagi semangat-semangatnya nih belajar teknik marmet, meski lewat artikel aja.

    Cek Bulanan

    Kemarin Kamis periksa ke dokter lagi. Alhamdulillah, kepala janin sudah masuk banget ke bawah, insya Allah gak berubah posisi lagi. Beratnya sudah sekitar 2600 gram, sesuai dengan ukuran normal, tapi saya diminta dokter untuk atur pola makan. Jangan banyak karbohidrat, jangan banyak gula juga. Karena ibunya kecil, jadi maksimal yaa sekitaran 2800 gram aja lahirnya, di bawah 3kg pokoknya.

    Cepet ya perkembangannya. Padahal setengah bulan kemarin baruuu aja cek pas batuk pilek, beratnya 2200 gram. Ibunya dalam setengah bulan cuma naik 2kg, hihihi. Sampai sekarang dari berat normal sebelum hamil, cuma naik 5 kg. Klo dihitung dari awal hamil, yang sempet turun, total naik 9kg. Tergolong kenaikan di bawah rata-rata sih buat ibu yang kurus. Tapi gak papa lah, asal janin sehat dan selamat.

    Persiapan Persalinan

    Insya Allah besok mau pulkam ke rumah mama, stay di sana buat persiapan lahir. Kata dokter kemarin, kalo keluarnya dalam seminggu ini sudah cukup umur sih. Tapi tetep, berharapnya sesuai HPL aja biar samaan bulan lahirnya sama saya dan suami, di September, hihi.

    Dari kemarin-kemarin sudah rajin jalan tiap pagi, ditemani suami sebelum beliau pergi kerja. Kadang sampai seok-seok jalannya karena nyeri selangkangan makin sering. Tapi belum ada tanda-tanda macam lendir, darah dan nyeri perut sih. Sabar aja yaaa, nak. Kapan waktu kamu mau keluar, insya Allah Umma siap 😘

    Oh iya untuk persalinan, meski LiLA kurang, badan pendek dan kurus, tergolong KEK, saya tetap berharap bisa lahiran normal. Rajin-rajin senam hamil sederhana di rumah, khususnya kegel dan belajar pernapasan yang baik. Karena kata beberapa sodara dan temen, lahiran nornal selalu bisa meski ibu dengan resiko sekalipun, asal dibarengi niat yang benar dan tekad yang kuat. Semoga bisa yaaa. Aamiin.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s