Jika Cinta Buta Benar Ada, Maka Kau Adalah Wujud Nyatanya

Jika cinta buta benar ada, maka kau adalah wujud nyatanya.

Aku bisa mencintaimu hanya dengan mendengar detak jantungmu.

Aku bisa mencintaimu hanya dengan merasakan gerak kecilmu.

Aku mencintaimu bahkan sebelum kita bertemu.

Aku telah mencintaimu jauh sebelum kutahu bagaimana rupamu,

tingkahmu.

 

Lalu bagaimana aku tak bertambah cinta begitu bisa melihatmu secara utuh?

Tanpa sekat.

Tanpa jarak.

 

Memelukmu adalah hal ternyaman bagiku.

Kala detak jantung seirama.

Napas kita memburu sama.

Kehangatan menjalar,

membuncah menjadi rasa bahagia.

 

Kasih ini tak berjeda.

Senyummu adalah sebab senyumku.

Bahagiamu adalah sumber bahagiaku.

Sakitmu, jika bisa, biarlah kurelakan berpindah padaku.

 

Karena kau adalah nyata yang tercipta dari cinta.

Kau adalah dunia yang di dalamnya penuh dengan do’a,

kumpulan dari segala.

Segala do’a,

mimpi,

cita,

asa.

Segalanya.

Sungguh, kasih kami tak berjeda, nak.

 

Sekali lagi, kasih kami tak ada jeda.

Tumbuhlah selalu dengan buncahan kebahagiaan.

Berkembanglah dengan berbagai kepandaian.

Dan bertambah taqwalah selalu.

Serupa namamu;

Aditiya Zaida Muttaqin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s