Ibu Magang : Peralatan MP-ASI Zaid

Sebentar lagi Zaid 6 bulan, yang artinya akan mulai makan, horeeee. Perkara makan-makan ini jadi hal yang cukup menyita perhatian bagi saya. Sebagai IRT yang kemampuan masaknya sedengkul, persiapan MP-ASI untuk Zaid sudah semacam persiapan berangkat ke medan perang. Kalau untuk suami, meski skill masak saya mungkin di bawah beliau, tapi dimasakkan apa saja ya ayo selalu dimakan. Sedangkan kali ini untuk bayi, tidak bisa sembarangan. Makanya saya sudah baca-baca buku, gabung forum, masuk grup tentang MP-ASI, ikut group WA dan berselancar ke banyak blog ibu-ibu lainnya sejak Zaid 4 bulan.

Selain pengetahuan tentang makanan, tentu peralatannya pun harus dipersiapkan. Awalnya saya bingung harus menyiapkan apa, karena setelah baca sana-sini dapat beberapa list peralatan MP-ASI yang beragam dan beda-beda di tiap ibu. Saya kira dulu cuma perlu feeding set. Ternyata mau kasih makan bayi aja peralatannya seabrek. Mahal lagi. Iyaaa mahal, soalnya yang jadi panutan saya saat itu adalah para selebgram, kan sering tuh mereka review barang, beberapa hasil endorse babyshop. Feeding setnya aja bisa setengah juta lho. Ya Allah bukan kasta saya, hihihi.

Akhirnya saya buat kumpulan list, mencoba menuliskan satu per satu dari yang paling wajib dan paling mudah di temukan. Kemudian disortir. Memikirkan matang-matang, ini wajib punya tidak? Mencoba memakai logika, soalnya kalau pakai emosi ala ibu-ibu yaaa semuanya pasti mau dibeli deh, apalagi yang bentuknya lucu. Entah terpakai nantinya atau tidak, yang penting beli. Entah karena ngiler atau terpengaruh review orang lain. Akhirnya kir pikir pikir, sambil memikirkan pendanaan akhirnya saya ceklis yang wajib punya. Kemudian, yang sunah dan yang harganya lumayan mahal saya pikirkan alternatifnya.

Berikut beberapa peralatan yang masuk list, yang nanti saya coret satu-satu:

  1. High Chair / Booster Seat. Sedari kecil memang harus diajarkan disiplin ya ke anak. Kalau makan jangan pakai acara lari-lari, sambil main-main, sambil rebahan blablabla. Itu juga yang insya Allah saya ingin terapkan. Kalau makan ya harus di tempatnya, duduk. Nah untuk yang budgetnya banyak mungkin bisa beli high chair/booster seat (yang harganya bisa ta juta). Ada sih yang harganya terjangkau, tapi saya memutuskan untuk meletakkan high chair di list paling bawah saja. Alternatifnya? Mungkin Zaid bisa saya dudukkan di strollernya saja, hehe. 
  2. Feeding Set. Ini memang yang terwajib sepertinya. Kebetulan sudah punya 2 feeding set kado nikahan (iyaaaa ada yang kasih bahkan sebelum saya hamil) dan lahiran. Warnanya hijau dan biru. Sempat ngiler dengan feeding set Pigeon yang warna putih sih. Tapi belum terlalu perlu, jadi di skip saja nafsunya.
  3. Bib / Slaber / Celemek. Ya ini perlu biar waktu makan baju anak tetap bersih. Harganya juga tidak terlalu wah, bisa pilih yang standar. Bisa pilih yang bahannya kain, tau yang anti air. Hmm, cukup lah punya 4 atau 6pcs.
  4. Baby Food Maker/Food Processor. Katanya ini alat multifungsi untuk mengukus, memblender, menghangatkan, mencairkan dan lain-lain. Hmmm, buat saya nampaknya tidak terlalu perlu karena alternatifnya ada di no 5, 6 dan 7.
  5. Kukusan. Alhamdulillah sudah ada, masih baru, kado nikahan.
  6. Blender. Bisa pakai blender rumahan, atau cukup hand blender. Setelah dipikir-pikir, menelaah, membaca dan mendapat saran dari banyak ibu, saya tidak perlu blender, karena katanya jika makanan bayi diblender nanti teksturnya malah terlalu lembut, sehingga bayi tidak bisa merasakan tekstur makanan. Jadi, yang terbaik memang pakai saringan kawat saja.
  7. Saringan Kawat. Sudah beli, memang peralatan paling wajib sepertinya.
  8. Parutan keju. Untuk memudahkan menghaluskan daging. Jadi daging dibekukan dulu, diparut, baru dimasak hingga akhirnya disaring.
  9. Slow Cooker. Katanya untuk working mom yang waktunya mepet ini sangat perlu. Gunanya untuk membuat bubur saring. Masukan semua bahan ke slow cooker di malam hari, tinggal tidur, paginya sudah jadi. Untuk IRT semacam saya? Belum tertarik sih. Mungkin saya bisa membuat bubur secara konvensional saja.
  10. Training Cup. Melatih bayi agar bisa minum sendiri. Ada banyak sekali pilihan training cup yang lucu-lucu. Saya masih bingung mau beli atau tidak, soalnya kalau minum bisa diajari pakai gelas kan? Meski konsekuensinya bayi bisa lebih mudah tersedak jika tidak dijaga, tapi di awal-awal minumnya bisa disendoki, atau pakai sedotan.
  11. Food Feeder. Untuk melatih bayi makan sendiri, jadi bentuknya bisa dipegang bayi dan makanan dimasukkan ke dalam food feeder. Bayi akan menghisap sari-sari makanannya jadi tidak akan tersedak.
  12. Spoon feeder. Katanya untuk memudahkan memberi makan bayi. 
  13. Baby Cube. Untuk menyimpan kaldu atau bahan MPASI di kulkas. Tapi alternatifnya bisa pakai no 12 atau 13.
  14. Wadah-wadah kecil. Pakai yang ada di rumah saja, biasanya terpakai untuk simpan air kaldu, katanya.
  15. Plastik klip. Fungsinya sama yaa, untuk menyimpan dan memisahkan bahan makanan per porsi, sebelum dimasak. Jadi porsi yg lain tidak terganggu/tetap bersih.
  16. Talenan. Wajib, beli baru khusus untuk bayi.
  17. Pisau. Juga khusus untuk bayi.
  18. Sponge cuci. Khusus untuk bayi.
  19. Sabun khusus peralatan bayi
  20. Dan banyaaaaak perintilan lainnya yang tidak sanggup lagi saya tuliskan.

Setelah mengkaji di beberapa group, mendapati banyak pencerahan, akhirnya saya beli yang sangat perlu saja. Jadi, yang saya pakai akhirnya adalah…

  • Stroller untuk duduk. Nanti juga bisa didudukkan di kursi, atau dipangku.
  • Feeding set
  • Saringan kawat
  • Kukusan
  • Panci dan pernak-perniknya
  • Talenan
  • Pisau
  • Parutan keju
  • Wadah-wadah kecil
  • Spons cuci
  • Sabun cuci bayi

    Awalnya memang terasa membingungkan ya menyiapkan peralatan MPASI. Untunglah saya dapat pencerahan bahwa MPASI tidak harus mahal, tidak harus ribet, tidak harus yang sulit didapat dan tidak harus mengikuti trend ibu-ibu kaya.

    Untuk menu, hanya perlu menyesuaikan dengan menu keluarga. Tidak perlu cari bahan yang sulit karena meniru orang-orang, yang penting nutrisinya dijaga. Make sense sih, masa nanti orang tuanya makan gabus, anaknya cuma bisa makan salmon. Kan ribet.

    Untuk peralatan, pakai yang sederhana dan sering dipakai di rumah tangga. Tidak perlu slow cooker, karena bisa masak dengan panci. Tidak perlu food processor karena bisa diganti dengan saringan, ulekan dan sebagainya.

    Jadi Zaid insya Allah akan saya beri MPASI homemade. Do’akan yaaa semoga sukses. Deg-degn nih. Hihihi. 

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s