Ibu Magang : Memilih Popok; Antara Faktor Ekonomis, Kenyamanan dan Kesehatan

Saat mendekati due date, saya belum menentukan apakah akan membeli popok sekali pakai (pospak) atau cloth diaper (clodi). Waktu itu belanjaan bayi baru beli popok kain tradisional, yang bentuknya memanjang lalu diikat di perut itu. Sampai akhirnya saya melahirkan, belum ada persediaan pospak.

Tapi sedari lahir Zaid memang langsung dipakaikan pospak. Dapat dari mana? Neneknya Zaid bawa yang gratisan dari puskesmas, hihi. Merk Mamy Poko buat newborn. Hampir seminggu Zaid pakai gratisan, soalnya nenek bawa cukup banyak. Padahal saat itu Zaid ganti pospak mungkin bisa belasan kali dalam sehari karena BAB-nya masih sering.

Sejauh ini Zaid cuma pernah pakai pospak dari 2 merk, Mamy Poko dan Sweety. Saya cerita aja yaaa.

Mamy Poko Standar Tipe Perekat

Karena dari awal sudah dipakaikan nenek Mamy Poko, dan alhamdulillah cocok, jadi saya dan suami tidak coba untuk beralih ke merk lain. Selain karena Mamy Poko cukup murah mudah ditemukan di kota kami, saya pribadi takut nanti Zaid kena diaper rash / ruam popok karena tidak cocok dengan popoknya. Coba baca dan lihat-lihat tentang ruam popok deh, ngeri dan kasian bayinya.

Mamy Poko Extra Dry (Tipe Perekat)

Nah suatu waktu, persedian Mamy Poko Standar sudah habis. Berangkatlah suami cari ke minimarket, eh ternyata dimana-mana kosong yang size M. Akhirnya beliau bawa pulang Mamy Poko, tapi yang Extra Dry. Harganya lebih mahal (maklum yaa emak-emak pertamanya fokus ke harga) dan penampakannya lebih bulky. Tebal banget dibanding dengan yang standar. Pas baru dipakai saja sudah kelihatan gembul, padahal belum kena pipis.

Tapi memang ada harga ada rupa ya. Bedanya dengan yang standar, tipe extra dry ini desainnya lebih lucu karena gambar di pospaknya berwarna-warni, yang standar cuma satu warna. Dari segi daya serap juga jauh beda menurut saya. Meski klaim di kemasannya tidak beda jauh (standar 10 jam, extra dry 12 jam), tapi pengalaman saya yang standar itu sudah agak lembab jika lebih dari 6 jam. Makanya pas pakai yang standar saya setidaknya ganti popoknya Zaid setiap 4-6 jam.

Untuk yang extra dry memang benar-benar kering sesuai namanya. Umur 3 bulanan Zaid sudah jarang bangun malam, jadi semalaman biasanya hanya pakai satu popok sejak mandi sore, baru saya ganti pas dia bangun pagi karena saya juga kadang bisa ketiduran semalaman. Yang extra dry ini, selama 12 jam bahkan lebih itu masih tergolong kering, tapi penampakannya hihihi jadi tebal sekali. Sampai celananya kadang melorot karena popoknya merekah mengembang menyembul.

Kiri Extra Dry. Kanan Standar.

Untuk desain seperti yang dilihat, extra dry lebih lucu karena bagian depannya ada gambar kartun. Selain itu juga ada indikator pipisnya. Tapi buat saya pribadi sebenarnya dua fitur ini tidak terlalu berpengaruh, karena yang lihat popoknya saya (bukan zaid) dan indikatornya berubah warna atau tidak akan tetap saya ganti jika sudah terlihat penuh atau lama. Eh tapi yang extra dry ada karet di bagian belakang, yang buat saya cukup berguna agar popok lebih elastis di pinggang dan tidak terlalu ketat.

Sweety

Merk yang ini sebenarnya karena keadaan darurat. Rasanya baru bulan pertama, Mamy Poko size NB kosoooong padahal sudah dicari ke setiap toko dan minimarket. Curiga bulan itu banyak bayi baru lahir, setiap toko loh kosongnya. Akhirnya suami beli popok merk apa aja yang ada size NB, dan dibawa pulanglah Sweety.

Seingat saya, pakai Sweety Zaid juga tidak kena ruam popok. Pemakaiannya cukup sebentar sih. Kalau tidak salah cuma beli yang isi 10an gitu. Entah Zaidnya memang bayi yang tidak mudah kena ruam, atau pakai Sweety sebenarnya juga cocok. Entahlah… habis satu pack, balik lagi kami ke Mamy Poko.

Rekomendasi Popok Lain?

Karena saya memang baru coba 2 merk ke Zaid, jadi kurang tahu popok apa yang bagus. Selain itu bayi kulitnya memang beda-beda, merk yang cocok dengan bayi A belum tentu cocok untuk bayi lain. Ada bayi yang kulitnya sangat sensitif, jadi ganti merk popok sekali bisa kena ruam. Ada juga yang memang sepertinya cocok semua merk, saya kenal yang bayinya gonta-ganti merk popok tapi bayinya aman-aman saja.

Tapi kalau mau rekomendasi sih saya sebut merk yang sering dan banyak dipakai teman-teman saja ya, diantaranya:

Pampers Premium; ini katanya generasi diapers yang tipis dan lembut. Banyak sih teman yang pakai. Harga? Lebih mahal dari Mamy Poko. Dari kemasannya saja nampak mewah karena warna gold, ya premium sih ya sesuai namanya.

Nepia Genki; dari namanya sepertinya keluaran Jepang ya? Entahlah, nebak aja. Ini juga banyak yang pakai. Katanya lembut dan jarang ada yang kena ruam.

Goon; yang ini saya pernah pegang, memang lembuuuut. Tapi tentu tetap cocok-cocokan ke tiap bayi.

Happy Diapers; baru saja masuk Indonesia nih. Tahu dari following di ig, banyak yang promo. Kemarin ada promo free 8 sampel gratis di webnya, cuma bayar ongkir saja. Dari penampakannya lucu sih, dia banyak desain unik-unik. Jadi katanya dalam satu pack, desainnya beragam. Cek webnya deh.

Oh iya, pergantian size pospak juga perlu disesuaikan dengan keadaan bayi, jangan kaku terpaku pada ukuran berat badan. Zaid pertama pakai size NB-S (3-8kg) tapi kalau tidak salah sudah diganti dengan size M (6-11kg) saat Zaid berusia 2 bulan, BB nya waktu itu 5,9kg. Di keterangan BB pospak, yg NB-S memang muat sampai 8kg, tapi saat dipakaikan ke Zaid agak ketat di bagian lingkar paha. Maklum paha Zaid sudah sebesar gajah, hihi, jadi pindah size saja deh daripada dia tidak nyaman.

Oh iya mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya selalu pakai pospak yang berperekat? Bukan jenis celana? Saya rasa untuk umuran Zaid yang belum bisa merangkak, tipe perekat lebih nyaman aja untuk bongkar pasang periksa “isi” popok, selain itu bisa disesuaikan dengan lingkar pinggangnya. Nanti kalau Zaid sudah lebih aktif baru pindah ke jenis celana karena pasti akan lebih sulit memasangkan popok kalau dia gerak-gerak.

Sekali lagi, untuk popok bayi memang harus cocok-cocokan, belum tentu yang mahal pasti bagus. Tentunya sebagai orang tua kita ingin yang aman dan nyaman, kalau memang cocok dengan yang harganya terjangkau berarti bonus. Soalnya budget untuk pospak tiap bulan memang lumayan loh kalau dihitung-hitung.
Buat yang rajin cuci-cuci, bagusnya pakai clodi, atau bisa pakai gantian dengan pospak. Kalau di rumah clodi, kalau jalan pakai pospak. Memang perlu modal dulu beli beberapa clodi, tapi hitungannya akan jauh lebih murah karena bisa dicuci-pakai. Nanti kalau ada waktu coba saya buat hitung-hitungannya yaaa…

Bijak memilih ya, bun.