Ibu Magang : Akhirnya Zaid Tengkurap

Alhamdulillah. Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya datang; Zaid finally rolled over for the first time on his 141st day (January, 28th. 2017) yeaaayyy.

Memiliki beberapa teman yang lahirannya berdekatan, dalam artian bayi-bayi kami seumuran, pasti ada kalanya saling tanya, “Zaid sudah bisa apa nih?“. Kadang, secara tidak langsung para ibu kemudian membandingkan perkembangan bayinya dengan bayi lain.

“Si Hasan sudah bisa jalan, kok si Amin belum ya? Si Fatimah sudah bisa bicara kok si Maryam belum ya? Padahal seumuran.”

Pemikiran seperti ini yang paling saya hindari. Saat bayi lain sudah bisa tengkurap sejak usia dua atau tiga bulan, Zaid saat itu bahkan belum bisa miring-miring. Tapi saya dan suami coba sabar menunggu, karena yakin perkembangan setiap bayi pasti beda. Yang kembar identik saja beda kok, yang saudara kandung juga beda, masa kita mau membandingkan dengan anak yang beda ibu beda ayah? Kan logikanya begitu. Hehe.

Nah, alhamdulillah di hari ke 141 akhirnya Zaid tengkurap juga. Saya begitu excited kemarin itu, sampai lari ke kamar sebelah untuk ambil hape buat rekam momennya. Ada diupload di ig khusus @zaidamuttaqin yah mungkin ada yang mau lihat.

Jadi pagi itu saya dan Zaid seperti biasa main peluk-pelukan sambil rebahan. Saya miring, peluk dia, nanti dia ikutan miring peluk saya. Di satu titik tiba-tiba saya merasa kok Zaid agak maksa dorong badan saya ya? Jadi saya memutuskan untuk gesar badan saja menjauh, eh tiba-tiba Zaid terbalik dalam posisi tengkurap, tapi belum bisa tegak karena terhalang salah satu tangannya.

Saya coba menunggu sambil ambil video. Cukup lama dia usaha untuk bangun sampai akhirnya bisa tengkurap tegak tapi dalam posisi belum sempurna karena tangannya masih tertindih di dada. Saya tunggu lagi dia usaha membebaskan tangannya, tapi karena capek mungkin akhirnya dia nangis, hihihi. Saya balik telentangin.

Di momen pertama ini sebenarnya saya masih ragu, Zaid memang niat tengkurap atau kebetulan terbalik karena terlalu miring? Tapi kemudian keraguan saya hilang saat malamnya Zaid kembali tengkurap tiga kali sekaligus. Saya cerita yaaa…

Sesi 1; bukan lagi karena main peluk-pelukan. Waktu saya rebahkan dia tiba-tiba guling badan dan langsung bisa tengkurap tegak. Tapi seperti tadi pagi, tangannya masih tertindih di bawah dada. Saya tunggu dia usaha untuk melepaskan tangannya, sampai akhirnya sekitaran 30 detik tangannya bisa lepas bebas. Horeeee, momennya saya rekam dan upload di ig @zaidamuttaqin.

Sesi 2; setelah berhasil membebaskan satu tangan tadi, saya balik telentangkan dia. Tapi baru saja rebahan, eh Zaidnya langsung tengkurap lagi dan posisinya langsung sempurna dengan kedua tangan bebas. Huwoooww you did it well boy! Kemudian dia rebahan dalam posisi masih tengkurap, karena ngantuk mungkin. Takut hidungnya ketutup, akhirnya saya balik lagi badannya.

Sesi 3; baruuuuu saja dibalik, dia tengkurap lagi. Kali ini cukup lihai, gerakannya makin cepat dan sempurna. Saya biarkan saja sampai dia bosan, capek dan merengek akhirnya saya bantu untuk telentang lagi.

Ternyata begini perasaan orang tua, apalagi ibu baru seperti saya, melihat tahap demi tahap perkembangan anak. Sangat bahagiaaaaa. Saya sangat beruntung bisa melihat sendiri momen pertamanya, karena kadang ada bayi yang tiba-tiba tengkurap sendiri saat ditinggal sebentar oleh ibunya.

Bisa tengkurap di usia 4,5 bulan ini, sebenarnya Zaid sudah bisa menegakkan kepala sejak usia sebulanan. Saya selalu stimulasi dia dengan menengkurapkannya setiap hari, sebentaaaar saja. Kumpulan videonya juga pernah saya share. Rajin yaaa rekam anak tiap saat? Yaaa secara saya IRT jadi sehari-harinya memang main dengan anak, hehe.

Oh iya balik lagi ke topik Zaid tengkurap, momen ini mungkin agak melegakan karena sudah lama saya tunggu-tunggu sampai saya sounding tiap hari, “Nak, Zaid belajar tengkurap ya? Biar kalo pegel telentang, Zaid bisa tengkurap sendiri gak usah minta bantuan umma.”. Tapi buat yang anaknya belum bisa tengkurap, tenang saja, bayi bisa tengkurap di usia yang beda-beda. Seperti teman saya ada yang di usia 2 bulan sudah bisa bolak-balik, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan atau usia lainnya. Yang penting sabar dan jangan bandingkan dengan bayi lain. Terlambat dibanding bayi lain pada satu momen, belum tentu bayi kita perkembangannya kurang. Lebih lambat tengkurap, mungkin dia nanti lebih cepat bisa bicara. Pasti ada kurang lebihnya lah.

Tiap bayi unik, segala sesuatunya tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Jika ingin membandingkan pun, bandingkan dengan perkembangannya sendiri. Sedihnya banyak ibu-ibu yang membandingkan bayinya sendiri, biasanya dalam hal berat badan.  Ingat, bayi gemuk memang lucu, tapi yang penting sehat dan berat badannya selalu naik DIBANDING berat badan miliknya sendiri di bulan sebelumnya.

Dibandingkan itu tidak enak loh, bu. Bayi kita meskipun belum bisa bicara, dia pasti merasa kalau ibunya suka membandingkan, itu sugesti negatif nantinya. Okay? Selanjutnya, saya menunggu Zaid bisa balik telentang :)